Merpati Kampanye Perdana, dari Rahim Matim Dipanggil untuk Melayani

Pasangan Merpati, calon bupati dan wakil bupati Manggarai Timur, Marselis Sarimin dan Sirajudin Paskalis berkampanye pertama di Ketang, Desa Golo Tolan, Kecamatan Kota Komba (Jumat, 16/2/2018), Foto: Tim Merpati

Borong, Nerapolitik.com–Pasangan Merpati, calon bupati dan wakil bupati Manggarai Timur, Marselis Sarimin dan Sirajudin Paskalis berkampanye pertama kali sesuai jadwal KPU Matim di Ketang, Desa Golo Tolan, Kecamatan Kota Komba (Jumat, 16/2/2018).

Selain itu, Merpati juga hadir di Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba. Menurut jadwal penyelenggara, Merpati mendapat giliran pertama di Kecamatan Kota Komba. Kampanye pamungkas Merpati akan dilaksanakan di Borong, kota administrasi Kabupaten Matim.

Ratusan warga tampak antusias berkumpul di Lapangan Ketang, samping Gereja St Agustinus Ketang.

Kordinator Tim Keluarga Merpati Gonis Badjang mengatakan, hari ini agenda kampanye dimulai usai kampanye damai di Borong (15/2/2018).

“Merpati diberi jadwal oleh leluhur di Kota Komba. Ini bukan kebetulan kalau kampanye dialogis dimulai dari Kota Komba, Tuhan merestui perjalanan Pasangan Merpati.” ujar Gonis.

Baca: AKBP Marselis Sarimin dalam Pusaran Pro dan Kontra

Gonis mengatakan, keluarga merupakan kekuatan utama setelah partai politik untuk mendukung Merpati menuju kursi bupati dan wakil bupati. Dukungan keluarga sangat antusias sampai saat ini.

“Jangan ragu memilih Merpati. Merpati direstui leluhur, ” ucap Gonis.

Gonis mengatakaan orang selalu menyindir Merpati sebagai retuk tekur cai retuk, lawo cai bao (pendatang baru yang belum paham medan Matim). Nyatanya bukan. Merpati adalah pemimpin yang lahir dari rahim Manggarai Timur.

Namun, Gonis menegaskan, Pilkada Matim bukan memilih ketua suku, melainkan pemimpin yang mampu dan bertanggung jawab untuk membawa perubahan di Matim.

“Marselis dan Paskalis punya kemampuan dan pengalaman. Mereka juga didukung 3 partai yang solid berjuang untuk Merpati, ” tegas Gonis.

Tarsan Talus, Politisi NasDem Matim menambahkan, NasDem selalu berjalan bersama PDIP dan berhasil memenangkan Pilkada lima tahun lalu. Secara nasional dua partai ini memperoleh 70 persen kemenangan.

“NasDem sudah lama melihat jejak rekam Marselis-Paskalis, mereka memiliki kemampuan. Makanya, NasDem mengusung Merpati, ” kata Tarsan.

Baca: Fakta Menarik di Balik Pencalonan AKBP Marselis Menuju Kursi Matim Satu

Tarsan mengatakan 292 ribu warga Manggarai Timur akan menentukan nasib daerah ini lima tahun ke depan pada 27 Juni mendatang. Memilih pemimpin yang tepat merupakan tanggung jawab warga Matim saat ini.

” Kita perlu menentukan figur pemimpin yang benar dan bertanggung jawab. Jangan pernah kita salah menentukan pilihan. Itu akan menentukan nasib Manggarai Timur, ” ujarnya.

Bermotif Melayani

Calon Wakil Bupati Pasangan Merpati, Sirajudin Paskalis mengatakan, motivasi perjuangannya adalah melayani dan menghayati pekerjaan sebagai karya demi banyak orang.

“Motivasi itulah yang membuat saya masuk seminari sampai menjadi calon imam, menjadi pegawai sampai dipercaya menjadi Kepala Dinas PMD Matim,” kata Paskalis.

Paskalis juga mengisahkan, ia pernah menjadi buruh bangunan dan honorer. Kemudian, karena berhasil membawa klub di Maumere menjadi juara, dia pun ditunjuk menjadi pegawai di Kabupaten Sikka.

“Saya latar belakang bola kaki. Bola kaki mengajarkan kerja tim. Semua anggota tim harus bekerja keras kalau tim berhasil. Pola ini yang kami terapkan di ilmu pemerintahan. Kita harus menjadi tim yang baik, ” kisahnya.

Baca: Perbaikan Infrastruktur Menjadi Program Terdepan yang Diperjuangkan Merpati

Pada 2010 Paskalis dipercaya memimpin Kesbangpol kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat.

“Motivasi saya adalah melayani. Boleh tanyakan siapa saya pada kepala-kepala desa yang membutuhkan bantuan. Saya menghayati pekerjaan sebagai pelayan bukan pejabat, ” ucap Paskalis.

Leluhur Mengijinkan

Calon Bupati pasangan Merpati Marselis S menegaskan, Tuhan dan Leluhur mengijinkan Merpati mengawali perjuangan ini dari tempat kelahiran.

“Saya anak tanah ini. Saya putera Manggarai Timur. Semua bukan kebetulan. Tuhan yang merencanakan semuanya, ” ucap Marselis di hadapan para pendukungnya.

Marselis menjelaskan beberapa program kerja Merpati. Program-program itu di antaranya: percepatan pembangunan infrastruktur jalan, listrik, dan air, penguatan BUMDes untuk penyerapan tenaga kerja, menstabilkan harga komoditi dan menyiapkan skema simpan pinjam saat musim pacekelik, pengembangan agrowisata berbasis masyarakat dan agrikultur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi kreatif, penciptaan balai latihan kerja di tiap kecamatan, revolusi mental birokrasi agar makin profesional dan kompeten di bidangnya, bantuan tunai untuk lansia dan anak-anak yatim, beasiswa sekolah kedokteran dan keterampilan khusus untuk anak-anak tidak mampu, dan perbaikan prestasi olahraga dengan penyiapan fasilitas memadai untuk pengembangan olahraga.

Ini Jejak Rekam Marselis

Marselis lahir di Mukun 15 Februari 58 tahun silam dan belajar di SDI Mukun 2. Kemudian ia merantau ke Papua 1974 sampai 2016 (43 tahun).

Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Puncak Jaya dan berprestasi mengeluarkan ratusan orang dari Organisasi Papua Merdeka untuk kembali ke NKRI. Marselis menjadi Kapolres Puncak Jaya selama 4 tahun 1 bulan 1 minggu.

Ia merupakan orang Manggarai pertama yang menjadi Kapolres Manggarai yang dilantik pada 22 Maret 2017 di Ruteng. Ia bertugas selama 10 bulan 2 minggu menjabat sebagai Kapolres Manggarai.

“Saya pulang ke Manggarai Timur karena keperihatinan dan ingin membawa perubahan di tanah kelahiran Manggarai Timur, ” tutupnya. (Tim Media Merpati)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*