Perusahaan Asal Perancis dan India Berminat Kelola Bandara Komodo

Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Foto: Nerapolitik.com/Mizelo

Jakarta, Nerapolitik.com–Perusahaan asal India dan Prancis dilaporkan berminat untuk mengelola Bandara Komodo Labuan Bajo dengan skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kapasitas Bandara Komodo Labuan Bajo saat ini sebesar 500 ribu penumpang per tahun, namun okupansi atau tingkat keterisian sebesar 200 ribu per tahun. Jika sudah dikembangkan maka kapsitasnya menjadi sekitar 2 juta sampai 3 juta per tahun.

“Banyak sekali kalau di Labuan Bajo, termasuk AP I minat, lalu GVK dari India, dan Vinci Airport dari Prancis,” kata Budi di Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Pengembangan yang nanti dilakukan dengan skema KPBU, mulai dari perpanjang landasan pacu alias runway, perluasan apron, hingga pengembangan terminal.

“Rencana tender mungkin bulan Maret, bandara sudah cukup untuk 737 (boeing), jika sudah tender maka 6 bulan kemudian perencanaan, dan membangun selama 1-2 tahun. Investasinya kira-kira Rp 500 miliar,” ujar Budi Karya.

Meski akan mengembangkan bersama swasta, Budi menegaskan pengelolaan Bandara Komodo Labuan Bajo harus tetap oleh BUMN dalam hal ini AP I.

Agar AP I tetap sebagai operator bandara, maka Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) harus tetap dikuasai BUMN bandara tersebut. Sedangkan pihak swastanya terlibat dalam pengembangan bandara.

Pengembangan Bandara Komodo Labuan Bajo, kata Budi, juga seiring dengan gelaran pertemuan IMF-World Bank pada Oktober tahun ini di Bali. “Kita harus dorong terus biar enggak kehilangan momen, kita buat Bali kedua,” jelas dia.

Tidak hanya itu, PT ASDP (Persero) yang merupakan BUMN juga akan membangun hotel bintang tiga di pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Budi bilang, investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 200 miliar sampai Rp 300 miliar.

Pembangunan hotel ini, kata Budi, juga untuk menarik minat para peserta IMF-World Bank 2018 bisa berwisata ke Labuan Bajo.

“Jadi Labuan Bajo harus di manage secara bagus karena di situ nelayan rakyat akan kita data sehingga fungsi yang akan dilakukan ASDP untuk membangun hotel,” tutup Budi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*