Polri Diminta Segera Tangkap Eggi Sudjana

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus,, Foto: Ist/Nerapolitik.com

Jakarta,Nerapolitik.com – Kepolisian Republik Indonesia diminta untuk segera menangkap Advokat Eggi Sudjana.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus.

Permintaan Petrus berkaitan dengan sikap Eggi yang mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan permusuhan antara warga masyarakat secara luas.

Diketahui, beredar rekaman video berisi wawancara Eggi Sujana di hadapan wartawan seusai sidang gugatan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) di Mahkamah Konstitusi, Senin (18/9/2017).

Dalam rekaman video, secara tegas Eggi menegaskan tidak ada ajaran selain Islam yang sesuai dengan Pancasila.

“Jadi ajaran-ajaran lain yang selain Islam bertentangan dengan sila pertama dari Pancasila, maka saya sudah ingatkan tadi konsekuensi hukum jika Perppu diterima, maka hukum berlaku, berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain Islam harus dibubarkan,” ujar Eggi dalam penggalan pernyataannya yang ada dalam rekaman.

“Polri harus melakukan tindakan kepolisian terkait Pernyataan Eggi Sudjana yang berpotensi menimbulkan permusuhan antar warga masyarakat secara luas, mengingat rekaman video itu sudah terpublikasikan secara luas. Pernyataan Eggi dapat menimbulkan kebencian, memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Petrus di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Apalagi, kata Petrus, sudah ada pihak yang melaporlan Eggi terkait pernyataannya ke Bareskrim. Karena itu, kata dia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus memerintahkan jajarannya untuk bersikap tegas dan cepat dalam merespons laporan masyarakat tersebut.

Pihak yang melaporkan Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri adalah Ketua DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Suresh Kumar atas dugaan penyebaran ujaran kebencian berbau SARA pada Kamis (5/10/2017). Laporan terhadap Eggi diterima oleh petugas Bareskrim dengan nomor laporan polisi LP/1016/X/2016/Bareskrim.

Suresh menyertai laporan dengan bukti video Eggi saat mengucapkan pernyataan tersebut dari laman Youtube. Serta beberapa pemberitaan media online nasional.

“Publik menanti sikap tegas Polri terhadap Sdr. Eggie Sudjana, karena laporan Polisi itu disertai bukti rekaman video yang beredar luas atau viral, yang di dalamnya terdapat ucapan Eggie Sudjana yang dapat dikualifikasi sebagai pelangaran pidana terhadap ketentuan Pasal 156a KUHP jo. Pasal 45a ayat (2)dan/atau Pasal 28 ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE,” terang dia.

Menurut Petrus, pernyataan Eggi Sudjana telah sangat melukai dan menyinggung perasaan umat beragama non-muslim. Pasalnya, telah menempatkan agama-agama di luar agama Islam sebagai agama yang tidak mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa atau agama-agama yang kedudukannya sederajad dengan kedudukan HTI atau Ormas-Ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan bertentangan dengan Perppu Ormas.

“Pernyataa Eggi sungguh-sungguh telah melukai dan menyakiti hati umat non-muslim yang selama ini dalam kehidupan beragama yang dianutnya tidak pernah melakukan aktifitas keagaamaan, kemasyarakatan bahkan aktivitas politik yang bertentangan dengan Pancasila atau yang menolak Pancasila atau yang hendak mengantikan Pancasila dengan Ideologi agama yang dianut,” tandas dia.

Eggi Sudjana, kata Petrus seharusnya menyadari bahwa upaya yang sedang dia lakukan di MK adalah upaya mencari keadilan untuk menolak Perppu Ormas. Padahal, Perppu Ormas dan dan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas bertujuan untuk menertibkan Ormas-Ormas anti Pancasila.

Menurut Petrus, baik Perppu No. 2 Tahun 2017 maupun UU No. 17 Tahun 2013 di dalam naskah akademis maupun dalam rumusan pasal demi pasalnya, sama sekali tidak mengatur tentang syarat-syarat keberadaan agama-agama dan tidak mengatur tentang bagaimana sebuah agama dibubarkan.

“Persoalan Perppu No. 2 Tahun 2017 adalah persoalan Ormas, persoalan bagaimana negara mengeksekusi kebijakan penegakan hukumnya manakala negara berada dalam ancaman krisis ideologi karena terdapat Ormas yang mencoba menggagalkan keberadaan Pancasila sebagai dasar negara atau Ormas yang aktviitasnya bertentangan dengan asas Pancasila,” jelas dia.

Karena itu, lanjut Petrus, Bareskrim Polri harus pro-aktif untuk menangkap dan menahan Eggi Sudjana tanpa harus menunggu gelombang aksi masyarakat untuk melapor atau melakukan aksi menuntut dilakukan Penegakan Hukum terhadap Eggie. Polri, kata dia harus ingat bahwa saat ini Polri masih banyak tunggakan perkara-perkara serupa termasuk puluhan Laporan Polisi dari masyarakat terhadap Rizieq Shihab yang hingga saat ini penyelidikannya mandeg.

“Oleh karena itu publik menanti proses hukum terhadap Eggi Sudjana dkk. sekaligus untuk menguji seberapa jauh keterbatasan Ilmu yang dimiliki dan seberapa besar dangkal atau dalam tingkat intelektual Eggi terkait dengan Pernyataannya bahwa agama-agama selain Islam harus dibubarkan,” pungkas dia.

1 Comment

  1. I am also writing to let you know what a brilliant discovery my wife’s girl found studying the blog. She discovered a wide variety of issues, most notably how it is like to possess a great helping mood to make many people clearly fully understand a number of tortuous topics. You truly exceeded people’s expected results. I appreciate you for coming up with those beneficial, trusted, explanatory and also easy tips on this topic to Evelyn.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*