Pernyataan Viktor Laiskodat Dinilai Sikap Patriotik untuk Bela Negara dengan Cara Sederhana

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI, Petrus Selestinus

Jakarta, Nerapolitik.com–Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus meminta Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS tidak boleh reaktif seperti kebakaran jenggot menyikapi pernyataan Politisi Nasdem Vicktor B. Laiskodat.

Menurut Petrus, apa yang disampaikan Viktor dalam rangka mengkritisi sikap empat partai yang menolak Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan menolak pembubaran Hizbut Tahir Indonesia.

“Tidak boleh reaktiflah karena ini bagian dari sikap patriotik untuk menyadarkan masyarakat tentang bagaimana membela negara dengan cara yang sederhana tetapi efisien,” ujar Petrus di Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Viktor, kata dia itu sedang menjalankan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik. Menurut dia, Victor sedang memberikan pendidikan politik kepada konstituennya tentang Perppu Ormas dan bahaya Khilafah dengan logika sederhana yang didasarkan kepada beberapa fakta empiris.

“Pertama, fakta bahwa Perppu Ormas merupakan hukum positif yang mengikat semua pihak. Kedua, terdapat fakta bahwa ada 4 parpol yang menolak Perppu dan ketiga sikap ke-4 parpol itu juga sama-sama menentang pembubaran HTI yang dalam aktivitas politik keagamaannya hendak mendirikan khilafah,” terang dia.

Petrus menilai substansi dari pernyataan Viktor sesunguhnya adalah memberi pemahaman kepada masyarakat tentang hakekat hidup berbangsa dan bernegara dalam negara hukum Indonesia. Viktor mengajak masyarakat NTT untuk bersama-sama menjaga Pancasila, UUD 1945, dan kebhinekaan di NTT yang merupakan bagian integral dari NKRI.

“Viktor tahu bahwa masyarakat tradisional NTT sudah menempatkan NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 adalah pilar-pilar negara yang harus dijaga. Victor pun menjelaskan bahwa Perppu Ormas merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga Pancasila dan NKRI sehingga yang menolak itu seperti HTI harus dibubarkan,” tandas dia.

Lebih lanjut, Petrus menegaskan bahwa Viktor mempunyai legal dan kewenangan konstitusional untuk mengelaborasi hakekat Perppu Ormas sebagai hukum nasional yang memberi wewenang kepada pemerinah untuk serta merta mengeksekusi pembubaran ormas radikal. Pasalnya, Viktor adalah putra daerah NTT yang menjadi anggota DPR RI dan pimpinan parpol Nasdem.

“Apalagi di dalam konsideran Perppu Ormas disebutkan bahwa ormas-ormas yang dalam aktivitasnya bertindak bertentangan dengan asas Pancasila, dinyatakan “sebagai perbuatan tercela” dan perbuatan pidana yang dilarang dan diancam dengan pidana penjara maksimun 20 tahun. Jadi, dengan pernyataan ini, pemerintah telah memiliki bukti-bukti dan dengan bukti-bukti itu pula pemerintah membubarkan HTI,” jelas dia.

Menurut Petrus, ajakan Viktor untuk tidak memilih kader-kader dari Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS pada saat kontestasi pilkada di NTT, sangat beralasan hukum bahkan sebagai sikap sangat patriotik. Pasalnya, Viktor meminta warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dari ancaman perpecaahan sebagai akibat dari sikap politik dari 4 parpol yang disebut Viktor.

“Sikap demikian adalah bagian dari upaya untuk mencerdaskan masyarakat bahwa warga masyarakat memiliki kekuatan dan hak konstitusional untuk menjatuhkan sanksi terhadap parpol dengan cara tidak memilih kader-kader parpol dalam pilkada dan pileg yang sikap politiknya menolak Perppu Ormas dan menolak Pembubaran HTI,” ungkap dia.

4 Comments

  1. Mdh2an rakyat paham dn tdk terprovokasi oleh isu2 yg dpt memecah belah bangsa, ttp cinta tnh air dn jaga kedamain negri ini

  2. Strategi untuk menentang partai2 yg ingin jatuhkan pemerintahan Jokowi. Masing2 adu kuat dan terbuka, tinggal rakyat yg nonton siapa partai yg tulus membela rakyat dn niat baik pemerintah dn siapa yg munafik yg hanya mencari kelemahan pemerintahan yg ada. Ini bisa saling lapor jika membuka demo anti Ahok yg melibatkan politisi oposisi, videonya jelas menghina Jokowi dan pemerintahan yang syah. Rakyat kaget kok begitu rendahnya karakter mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*