Dies Natalis Pancasila dan Penguatan Nasionalisme Bangsa

Pancasila

Nerapolitik.com– 1 Juni adalah sebuah tanggal yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tanggal inilah momentum lahirnya Pancasila. Dies Natalis Pancasila. Selamat ulang tahun Pancasila.

Pancasila mengkristalisasikan lima (5) sila utama yang menopang eksistensi dan ziarah perjalanan bangsa. Kelima sila Pancasila itu mengandung nilai Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dasar negara Pancasila ini sudah memasuki usia 72 di tanggal 1 Juni 2017 ini. Usia yang sudah tua dan matang.

Jika kita analogikan dengan tubuh manusia, maka usia 72 pancasila tentu sudah tua. Namun pancasila bukanlah sebuah tubuh biologis. Pancasila adalah suatu iman (filosofi) politik bangsa yang bersifat ideologis non biologis.

Maka, harusnya Pancasila itu tidak mati karena Pancasila merupakan suatu sistem berpikir, filosofi bangsa yang merupakan perjanjian luhur warisan masa lalu.

Sebagai perjanjian luhur, maka ia bersifat rohani. Artinya ia harus menjadi kesadaran yang hidup di bening budi dan nurani bening serta sikap etis setiap anak bangsa sepanjang zaman.

Ia adalah suatu warisan luhur ideologis yang berfungsi integratif. Ia mempersatukan kita semua dari berbagai suku, agama, ras dan latar belakang budaya di dalam entitas negara Indonesia ini.

Maka Pancasila adalah ideologi yang terbaik bagi negara Indonesia sejauh ini. Maka tidak wajar jika kita berpikir atau tergoda untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain entah sosialisme, komunisme, teokrasi, monarchi, liberalisme dan isme-isme lainnya.

Perjalanan Pancasila dalam dinamika bangsa mulai dari Orde Baru hingga pasca-reformasi kini menunjukkan bahwa Pancasila adalah itu sakti, keramat, luhur dan tahan uji.

Walaupun dirongrong oleh berbagai rayuan kekuatan ideologi lain yang mau meruntuhkannya melalui oknum tertentu yang memiliki vested interested dan hidden agenda mengubah Pancasila, namun sejauh ini ia tetap menjadi reechstat idee (ide hukum) tertinggi yang mengkawal semua dimensi pembangunan bangsa.

Pancasila menjadi dasar ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan bangsa. Ia adalah kekuatan dasar yang menopang arah dan ziarah perjalanan bangsa dalam tiga kategori waktu: masa lalu, masa kini dan masa depan.

Di masa lalu, dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Masa sekarang pun dasar negara kita masih Pancasila. Masa depan harus tetap Pancasila.

Mengapa harus tetap Pancasila di masa depan? Karena kalau tidak harus, maka itu sama saja dengan membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hanya Pancasila yang membuat Indonesia abadi dan lestari untuk jangka panjang. Hanya Pancasila yang menjamin Indonesia ini tetap ada. Indonesia tiada tanpa Pancasila kalau tak mau dikatakan mati.

Maka di hari ulang tahun Pancasila ini, baiklah semua elemen bangsa ini melakukan rethinkingatas Pancasila untuk memperkuat eksistensinya dan pengaruhnya untuk semua elemen bangsa ini.

Mari kita melakukan refleksi untuk semakin mencintai Pancasila dan menanamkan kesadaran kebangsaan bahwa Indonesia hanya akan ada dan abadi dari generasi ke generasi dengan dan melalui Pancasila.

Bersama Pancasila kita utuh sebagai bangsa. Tanpa Pancasila kita pecah berkeping-keping sebagai bangsa.

Mari kita merajut lagi roh nasionalisme kebangsaan Indonesia kita yang sedang tersobek akibat berbagai pemikiran egoistik yang merusakkan masa depan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila.

Sekali lagi, mari kita jaga dan rawat Pancasila karena hanya dengan Pancasila nasionalisme kita tumbuh. Hanya dengan Pancasila kita ada sebagai bangsa Indonesia. Dies Natalis Pancasila, selamat hari lahir Pancasila, abadilah engkau dalam rumah Indonesiaku.

Penulis:

Dr. Frederikus Fios, S. Fil, MTh
Dosen Bina Nusantara University, Wakil Direktur Direktorat Litbang Vox Point Indonesia dan Direktur SDM L-API Jakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*