Caci Itu Tentang Wanita dan Laki-laki

Nerapolitik.com-Iringan gong-gendang seolah memacu andrenalin pemain Caci di Stadion Wijaya Kusuma Slipi, Jakarta Barat Minggu (21/5) kemarin. Panas yang menyengat tak ada arti, apalagi luka di tubuh terkena cambukan.

Di luar arena, ratusan penonton terlihat bersorak-sorai. Bola mata mereka bergerak ke mana pemain Caci itu hendak memukul dan menangkis serangan.

Thaaar.. begitu bunyi lecutan cambuk kala mengenai tameng atau perisai.

Caci merupakan satu tarian yang cukup terkenal dari Manggarai, Flores NTT. Atraksi ini merupakan suatu ajang ketangkasan dan simbol sifat ksatria orang Manggarai. Saat ini, tarian Caci sudah menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan selain binatang purba Komodo serta wisata alam lainnya.

Dulu, tarian Caci bagi orang Manggarai adalah salah satu ajang mencari jodoh. Setiap perhelatan Caci selalu ada pertemuan yang berujung pada perkawinan.

Yasintus S. A. Jaar, salah seorang sesepuh Manggarai di Jakarta mengatakan, Caci bukan sekedar tarian untuk menunjukkan sikap ksatria, tapi juga memperlihatkan bagaimana laki-laki harus ‘tunduk’ sebelum mampu memikat hati seorang gadis.

“Karena dia harus perlihatkan dulu apakah dia bertanggungjawab atau tidak,” kata Yasintus saat menghadiri atraksi Caci di Stadion Wijaya Kusuma, Slipi, Jakarta Barat kemarin.

Yasintus mengatakan, terkadang seorang wanita jatuh hati karena ketangkasan dan keluwesan penari Caci, tapi dia selalu punya hak untuk memutuskan apakah ia menerima atau tidak laki-laki tersebut. Sebab, kata Yasintus, laki-laki yang lebih disukai seorang gadis adalah ia yang kelak menjadi tulang punggung keluarga dan mampu menjaganya hingga akhir hayat.

“Biasanya penari yang jago lomes (pandai nyanyi dan memainkan pantun) dan tangkas bisa meluluhkan hati seorang gadis,” ucapnya.

Caci itu dan Wanita Laki-laki

Caci merupakan sebuah tarian perang. Ia berasal dari kata ca dan ci. Ca artinya satu dan ci artinya uji. Secara harafiah, Caci artinya uji ketangkasan, satu lawan satu.

Caci bisanya digelar sebagai syukuran atas musim panen (ako woja) dan upacara tahun baru adat (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting.

Tarian Caci dimainkan dua orang laki-laki, satu lawan satu, dengan memukul dilakukan secara bergantian. Alat yang digunakan adalah cambuk atau pecut (larik), perisai (nggiling), penangkis (koret), dan panggal (penutup kepala).

Dalam permainan Caci semua wajib bertelanjang dada. Namun tetap mengenakan pakaian perang pelindung paha dan betis berupa celana panjang warna putih dan sarung songke (Songket) khas Manggarai.

Para pemain Caci dibagi dalam dua kelompok. Mereka secara bergantian bertukar posisi sebagai kelompok penyerang dan kelompok bertahan.

Kelompok ini biasanya disebut pihak pengundang atau tuan rumah (ata one) dan kelompok pendatang dari kampung lain (ata pe’ang atau disebut meka landang atau tamu penantang).

Nah, selain hadir sebagai penonton, wanita punya andil besar dalam tarian ini. Saat pembukaan Caci yang dimulai dengan tarian Danding, wanita selalu ambil bagian sabagai penyanyi dan penari. Pun dalam Caciitu sendiri, wanita biasanya bertugas sebagai penabuh gong dan gendang untuk mengiringi pemain Caci.

Neka Oke Kuni Agu Kalo

Selain adu nyali dan simbol ksatria, lanjut Yasintus, tarian Caci juga menunjukkan sifat sportifitas orang Manggarai. Meski lecutan cambuk mengakibatkan luka di badan, namun tak ada dendam di antara mereka.

“Semua selesai di dalam. Setelah Caci, dua kelompok saling berangkulan sebagai saudara,” ucapnya.

Lebih jauh, Yasintus mengatakan Caci bagi orang Manggarai merupakan kesempatan untuk bertemu satu sama lain. Apalagi, kata Yustinus Caci itu digelar di tanah perantauan semisal Jakarta.

Yasintus mengatakan, pergelaran Caci di tanah rantau adalah cara menghidupi adat dan budaya agar tidak dilupakan oleh anak-cucu.

“Ada satu ungkapan orang Manggarai yaitu Neka Oke Kuni Agu Kalo. Artinya dimana pun kami berada, adat-istiadat itu harus dijunjung tinggi dan tidak boleh dilupakan,” katanya.

Perlu diketahui, tidak semua laki-laki Manggarai bisa bermain caci. Hanya laki-laki yang punya keberanian lebih dan didukung oleh kemampuan menari dan bersuara bagus bisa bermain Caci. Sebab Caci itu mengandaikan lomes (seni) dan punya ketangkasan. Meski tergolong keras, peminat permainan Caci tidak pernah menurun dari tahun ke tahun dan selalu menjadi hiburan favorit orang Manggarai. (Reba)

1 Comment

  1. Kunstnägel – Eine Welle erstürmt die Menschen!
    Gelnägel glänzen immer tadellos gepflegt und verkörpern Schönheit.

    Doch was verbirgt sich überhaupt dahinter? Wer sich
    über das Thema “Kunstnägel” unterrichtet, wird flott von der Vielfalt an allerhand
    Fach-Vokabeln wie auch Utensilien übervorteilt. Nageltattoos, Nieten, Nailtrainer, Basisgel und Andere, können den Lernwilligen schon etwas irreführen. Von daher benachrichtigen unsere Artikel bezüglich Fragen über Kunstnägel.

    Deshalb finden Sie auf unserer Homepage zweckdienliche Aufsätze
    wie „Nagelmodellage – Muster, Steine und andere Kreative Ideen“
    und weitere gute Vorschläge. Des Weiteren geben unsere Nageldesigner obendrein zahlreiche Schritt-für-Schritt-Erklärungen wie
    jedermann Kunstnägel alleine fertigen kann.
    An dieser Stelle liest man sicher was man sucht. https://elvin19ze7.tumblr.com/post/162473145758/wieso-die-moeglichkeiten-in-der-formgebung-der

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*